
|
Haedar Umar |
JK Foundation Lanjutkan Ide-Ide Pak Jk Yang Belum Terlaksana
Oleh: M. Harun
Jakarta, TransportasiNews,-
Pilpres 2009 usai sudah. Banyak tim sukses dan relawan yang sudah bergerak dengan perjuangan yang keras kini tinggal melanjutkan
program-program figur yang telah dijagokan. Lantas bagaimana Capres yang kalah? Namun bagi Haedar Umar, mereka yang dulu tergabung
dalam JK Fans Club akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan presiden dan wakil presiden terpilih.
Nemun bagi, mantan Sekjen JK Fans Club Untuk Negara, dan saar ini masih menjadi Ketua Umum Keluarga Mahasiswa PPs UNAIR,
A.M. Haedar Umar.KL.SE., MM. menyatakan akan tetap melanjutkan ide-ide Pak JK yang belum terlaksana selama ia menjabat Wakil
Presiden.
Kami akan giat menghidupkan JK Foundation sebagai wadah menyalurkan aspirasi anak-anak muda yang kreatif dan punya harapan
masa depan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pak JK. JK Foundation paling tidak bisa dijadikan wadah penelitian, pengabdian
dan pendidikan serta sarana sosial bagi kita semua.

PPP REFORMASI DIDEKLARASIKAN 2O JANUARI 2002
Sangat mencengangkan memang. Tapi itulah realitas politik bagi warga PPP hasil fusi parpol Islam warisan masa orde baru.
Keberanian Zainuddin MZ, Kiyai sejuta ummat ternyata tidak sendirian menerobos tradisi lama partai berlambang ka'bah tersebut.
Ia didampingi dan didukung oleh para fungsionaris PPP lama yang menginginkan perubahan dengan mendeklaraikan partai baru yang
diberi nama PPP Reformasi pada tanggal 20 Januari 2002 di Hotel Century Park Jakarta.
Deklarasi yang dihadiri massa dan pengurus DPW PPP Reformasi seluruh Indonesia tak kurang dari 1000 orang. Kendati tempat
acara itu agak sesak karena kapasitasnya yang tidak begitu besar, namun acaranya berlangsung semarak dan penuh hidmat terutama
saat Kiyai sejuta ummat itu memberikan pidato politiknya. Seperti biasanya, pidato Zainuddin sangat menyentuh, sejuk dan kadang
nyandung sana-sini dengan humornya yang khas.(Hr)
REKRUTMEN KADER PPP REFORMASI HARUS SELEKTIF DAN STERIL
Usai deklarasi PPP Reformasi, 20 Januari 2002 di Hotel Atlet Century Park Jakarta, para deklarator dan massa pendukung
PPP Reformasi tumplek bersama pengurus 30 propinsi seluruh Indonesia. Rata rata mereka menyatakan rasa kegembiraannya atas
dideklarasikannya PPP Reformasi pimpinan kiyai sejuta umat, KH Zainuddin MZ. Salah satu yang sempat diwawancarai OtonomiNews
di arena deklarasi, adalah tokoh PPP Reformasi dari wilayah Nusa Tenggara Barat(NTB), Yan Maladi,SH,MH, yang juga akademisi
dari Universitas Mataram (Unram).
Ia dengan sangat optimis mengatakan PPP Reformasi di NTB akan berkembang menjadi partai besar di masa depan, mengingat
banyaknya dukungan dari massa PPP yang tidak terakomodir serta dukungan secara resmi ormas Islam terbesar di Lombok yaitu
Nahdlatul Wathan yang dulunya banyak berafiliasi ke partai Golkar.
Dalam kesempatan bincang bincang tersebut, Yan juga menyesalkan keberadaan PPP lama yang tidak amanah dan tidak mengemban
misi misi demokrasi. Menurutnya, hanya tinggal satu partai peninggalan orde baru yang belum direformasi, sementara partai
Golkar dan PDIP sudah di reformasi.
Mengenai prospek berkembangnya PPP Reformasi ia mengakui,Proyeksi peta politik di NTB sangat besar dukungan dari para
kiyai atau tuan guru (istilah di NTB), karena hubungan antara tuan guru dengan ummat di sana sangata baik,tutur dosen yang
pernah menjadi anggota DPRD NTB era 80-an dari PPP.
Menyinggung masalah rekrutmen kader serta pengurus PPP Reformasi, ia menegaskan bahwa proses rekrutmen tidak bias sembarangan
melainkan harus selektif dan steril dari anasir kepentingan yang tidak murni dari arah reformasi
serta cenderung bersifat status quo. Karenanya PPP Reformasi akan memberikan kesempatan seluas luasnya kepada kader yang
ingin membesarkana partai dengan jiwa reformis,tandasnya mengakhiri perbincangan tersebut.(Hr)
H.FATHURRAHMAN, Deklarator PPP Reformasi :
Masyarakat Dari Berbagai Lapisan Cinta Sama Kiyai Zainuddin MZ
Komentar atas lahirnya PPP Reformasi dari H.Fathurrahman, salah seorang deklarator asal DPW PPP Reformasi Jawa Timur sangat
menyegarkan suasana perseteruan PPP kubu Hamzah Vs kubu Zainuddin MZ. Menurutnya, kehadiran PPP Reformasi merupakan reaksi
atas pelanggaran konstitusi yang mengundur pelaksanaan muktamar yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2003 menjadi tahun
2004.
Hal ini, tambah Cak Fathur, merupakan kondisi yang kurang kondusif bagi regenerasi dalam tubuh partai. "Padahal kalau
kita lihat banyak sekali kader kader partai yang hingga saat ini antri panjang sebagai aset pemimpin bangsa,"tegasnya
saat diwawancarai OtonomiNews di Hotel Century Park menjelang hari Deklarasi PPP Reformasi.
Cak Fathur yang mengaku sudah malang melintang di partai ini sejak 1971 saat dimana Parmusi dulu di larang berkembang
oleh rezim orde baru. Di usianya yang kini telah menginjak 70-an tahun lebih ia masih giat di partai yang berazaskan Islam.
Bahkan, ia sangat senang berdiskusi dengan kalangan muda di partai dan generasi muda Islam.
Untuk PPP Reformasi, Cak Fathur optimis partai tersebut menjadi besar. Karena, figur Zainuddin sebagai da'i kondang sangat
tepat berada di PPP Reformasi. "Sosok Zainuddin sudah dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat di tanah air dari pedagang
asongan, tukang becak sampai pejabat dan warga Tionghoa (masyarakat keturunan China), umumnya mereka senang dan cinta terhadap
Kiyai Zainuddin, terutama lewat penyebaran kaset kaset ceramahnya,"ungkapnya sambil bercerita tentang kelebihan kelebihan
yang dimiliki oleh tokoh da'i sejuta ummat.
Senada dengan Cak Fathur, Drs.Munthollib selaku kader dibawah Fathurrahman menganggap bahwa berdirinya PPP Reformasi tersebut
bukanlah perpecahan di tubuh PPP. Akan tetapi merupakan partai baru yang didirikan dengan lambang baru, anggaran dasar(AD)
/ anggaran rumah tangga (ART) yang baru pula, sehingga tidak benar bahwa PPP Reformasi meggunakan lambang PPP Hamzah Haz.(M.Harun)
MUHAMMADIYAH LUNCURKAN BANK PERSYASRIKATAN: TEROBOSAN BARU PEMBERDAYAAN EKONOMI WARGA MUHAMMADIYAH
Latar belakang lahirnya Bank Persyarikatan sebenarnya memunculkan reaksi dan respon beragam dari kalangan internal Muhammadiyah
sendiri. Hal ini suatu kewajaran. Yang jelas, tekad Muhammadiyah meluncurkan (soft lounching) Bank Persyarikatan telah berlangsung
seru pada 11 januari 2002 di Auditorium Dakwah PP Muhammadiyah Menteng Raya 62 Jakarta.
Sebenarnya acara tersebut hanya pengajian bulanan biasa dan silaturrahim dalam rangka idul fitri 1422 hijriyah, namun
situasinya berkembang, dengan sekaligus mengadakan peresmian Bank Persyarikatan,jelas Drs.H.Hajriyanto Y.Tohari,MA dalam sambutannya
mewakili PP Muhammadiyah.
Tampak hadir pada acara tersebut antaranya: Prof Dr Dien Syamsuddin MA, Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Ir.Dasron Hamid,
Bendahara PP Muhammadiyah, Dr A Watik Pratiknya, Ketua Bidang Organisasi PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni, Ketua Umum PP
Pemuda Muhammadiyah, AM Fatwa, Wakil Ketua DPR, H.Husni Toyar, MA, Ketua PWM DKI, serta tokoh tua Muhammadiyah HM Sanusi.
Munculnya Bank Persyarikatan tidak serta merta begitu saja. Akan tetapi melalui sebuah perjuangan dan tekad yang membaja
terutama dari tim ekonomi PP Muhammadiyah yang dikomandani oleh Prof.Drs.Dawam Raharjo. Sebagai ekonom, Mas Dawam panggilan
akrabnya, mencoba merubah paradigma lama yang selama ini ada di Muhammadiyah, khususnya berkaitan dengan amal usaha dan pemberdayaan
ekonomi di kalangan Muhammadiyah.
Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi besar memiliki kekuatan infrastruktur perekonomian yang sangat besar, tinggal
mendayagunakan serta mengelolanya secara professional dan amanah. Muhammadiyah itu kaya raya,tegas direktur LSAF dengan nada
sangat optimis, sembari ia menghitung infra struktur amal usaha dan anggota Muhammadiyah seluruh Indonesia yang disebutnya
berjumlah 7- ribuan lebih lembaga pendidikan Muhammadiyah, 144 lebih universitas/perguruan tinggi, serta 1600-an lebih lemga
kesehatan.
Bahkan, ia juga sudah melihat kemajuan program program dari BUMM (Badan Usaha Milik Muhammadiyah), semisal Perusahaan
Kimia di Cikarang. Ditambah lagi 3 proyek yang menjadi andalan Muhammadiyah yaitu: Perekonomian, Ritel, Distributor onderdil
mobil, supley alat alat Pertamina, sampaidengan dagang mobil bekas. Sebagaimana dikatakan Dawam Raharjo, selain proyek proyek
jangka panjang seperti ini, Muhammadiyah kini memiliki proyek akuisisi dari Bank Swasarindo menjadi Bank Persyarikatan yang
sekarang baru diluncurkan.
Rencananya Bank ini selain beroperasi secara konvensional juga akan beropersi menurut system syariah. Makanya langkah
strategis Dawan bersama tim ekonomi di Majelis ekonomi PP Muhammadiyah tersebut merupakan terobosan baru yang berani di tengah
lesunya dunia perbankan dan krisis multi dimensi yang tak kunjung berakhir saat ini. Bagi yang optimis tentu ia mengatakan
prospek atas lahirnya bank persyarikatan ini, namun bagi yang pesimis, ia akan bilang tak akan memiliki prospek. Dua pendapat
yang berbeda atas satu program merupakan hal yang wajar.
Sementara itu Dien Syamsuddin mewakili PP Muhammadiyah saat diwaancarai mengatakan, Muhammadiyah memiliki program dalam
pemberdayaan ekonomi dan juga memiliki potensi kewirausahaan dari para anggota meski dasa warsa terakhir ini mengalami penurunan.
Mereka kami coba bangkitkan. Salah satunya, kata Dien adalah penguasaan kapital dan dalam hal ini mutlak diperlukan lembaga
keuangan. Dien juga mengakui bahwa umat khususnya Muhammadiyah masih mengalami masalah permodalan ini. Namun demikian, alumnus
Pondok Modern Gontor ini merasa bersyukur karena Muhammadiyah sekarang mampu mengakuisisi sebuah Bank yang bernama Bank Swasarindo
menjadi Bank Persyarikatan.
Tentang hubungannya dengan Muhammadiyah secara formal, Bank persyarikatan secara bertahap masih dibicarakan, karena belum
final dan sesuai dengan aspirasi warga Muhammadiyah nanti, Bank ini bisa berkembang menjadi Bank yang beroperasi secara syariah
setelah melalui konversi walaupun proses ini memerlukan waktu,tuturnya optimis bahwa Bank Persyarikatan bisa berjalan sangat
prospektif melihat potensi ekonomi dan amal usaha , serta arus dana yang beredar di Muhammadiyah.
Kami berharap dengan keberhasilan Bank Persyarikatan yang dikelola oleh Muhammadiyah tersebut bisa menjadi faktor pendukung
bagi kebangkitan ekonomi umat islam,tegas Dien Syamsuddin mengakhiri perbincangannya dengan wartawan.
Pro-kontra terhadap munculnya Bank ini memang disadari oleh semua pihak. Dengan nada optimis dan pesimis, tentu ini menjadi
sebuah pecut bagi para pengelola supaya memperhatikan secara serius masalah profesionalisme serta trust (kepercayaan) yang
diberikan oleh warga Muhammadiyah.
Masalah profesionalisme dan trust tersebut banyak mengemuka karena disadari bank merupakan usaha dengan jaminan kepercayaan
dan pengelolaan secara baik serta tertib. Tanpa itu semua, nama Muhammadiyah menjadi taruhannya. Ada benarnya, jika kehadiran
Bank persyarikatan ini perlu kita dukung bersama sebagai warga Muhammadiyah, namun dibalik dukungan itu ada tanggung jawab
besar untuk mengawasinya secara bersama sama.
Semangat yang tak kalah kencangnya atas berdirinya Bank Persyarikatan selain Mas Dawam Raharjo ( Presiden Komisaris) adalah
Lulu Lutfi Hasan MBA (Direktur Utama Bank Persyarikatan). Ia memaparkan potensi modal dasar Muhammadiyah kenapa bisa mengembangkan
Bank Persyarikatan, yang dinilainya mampu karena ia mempunyai perrhitungan bahwa kekuatan Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan
dan amal usaha lainnya seluruh Indonesia mengalami kemajuan dan kesuksesan.
Namun ketika banyak kritikan muncul dari peserta setelah acara peluncuran, terutama yang bernada pesimis atas berjalan
dan suksesnya program tim ekonomi yang melahirkan bank baru dimaksud, tentu ini sebuah awal ujian bagi mereka untuk benar
benar bekerja secara profesional. Akan tetapi, Lulu dengan mempertahankan argumentasinya menyatakan kesiapan dan kesigapannya
bank persyarikatan bisa berhasil memberdayakan warga Muhammadiyah sebagai motor penggerak ekonomi seluruh Indonesia. Argumentasi
semangat dari lulu tersebut didasarkan pada hitung hitungan potensi kekuatan lembaga yang dimilki oleh muhammadiyah.
Argumentasinya, tambah Lulu, kalau dibandingkan antara bank bank yang telah ada berdiri, kalau mereka dulu berusaha bagaimana
mendekatkan atau mencari nasabah tapi yang kami lakukan sekarang adalah calon nasabahnya sudah jelas yaitu warga Muhammadiyah.
Kami telah menghitung dengan jumlah 33 PWM seluruh indonesia, ini bisa kita proyeksikan menjadi 66 cabang pembantu ditambah
33 jumlah PWM, artinya sama dengan 99 cabang bank persyarikatan yang sudah berdiri dan ini insyaallah memakan waktu tidak
sampai satu tahun,tegasnya serius di depan warga Muhammadiyah, baik yang optimis maupun yang pesimis.
Ada satu hal yang pantas diacungi jempol dari tim ekonomi PP Muhammadiyah tersebut yaitu keberanian membuat terobosan
baru dalam rangka memberdayakan ekonomi warga Muhammadiyah. Kendati begitu, sangat baik juga kalau kita memperhatikan semua
saran dan kritik dari para anggota. Lulu Luthfi sebagai direktur utama juga tak mengelak terhadap adanya kritikan yang pedas
sekalipun. Ia siap menerima kritik. Bahkan ia mengusulkan masalah kritik dalam bank persyarikatan nanti perlu dilembagakan
misalnya internal kritik komite dan komite etik yang melibatkan semua unsur yang ada di dalam Muhammadiyah. Artinya bank-nya
saja belum beroperasi secara nyata, ternyata kekuatan untuk menjadikan lembaga keuangan memnjadi good corparate governent
sudah menjadi hal yang sangat prinsip. Begitulah Muhammadiyah sarat dengan norma dan akhlakulkarimah sebelum melangkah, sekalipun
beramal untuk kepentingan umat Muhammadiyah sendiri.
Yang jelas dan pasti, dengan lahirnya Bank Persyarikatan Muhammadiyah tersebut, pemberdayaan ekonomi umat semakin tertolong,
tertama sekali bagi warga Muhammadiyah sendiri. Inilah yang kita sebut terobosan baru memberdayakan warga Muhammadiyah di
bidang ekonomi. Tinggal menunggu babak selanjutnya. (Harun)
MEMASUKI 2002 POLITIK NASIONAL MAKIN HANGAT
Ada perebutan jabatan ketua umum PKB antara kubu Matori Abdul jalil dan ada kubu Alwi Shihab.]
Ada perseteruan antara PPP Hamzah Haz dan PPP Reformasi yang akan dideklarasikan oleh Kiyai sejuta umat Zainuddin MZ pada
27 januari 2002.
Pernyatan Abolisi Presiden Megawati Sukarno Puteri terhadap mantan Presiden Suharto menimbulkan pro kontra yang hingga
kini belum ada juntrungnya.
Ketua DPR RI menjadi tersangka kasus penggelapan alias korupsi 40 milyar dana bulog oleh kejaksaan agung RI 7 Januari
2002.
Dan lain lain menyusul.(M.Harun)
RENUNGAN ST MPR 2001: INSROPEKSI ANGGOTA PARLEMEN
Cara berPolitik bangsa Indonesia secara keseluruhan masih perlu banyak belajar. Ini bagian dari proses pembelajaran demokrasi.
Kalau toh ada kekakuan atau kekasaran sedikit di parlemen kita(MPR/DPR) bisa dimaklumi.
Karena kita tahu dan memahami bahwa proses berdemokrasi kita sesungguhnya baru saja mendapat pencerahan ketika 1998 kekuasaan
rezim Suharto jatuh. Dari sinilah kemudian eforia berdemokrasi dan berpolitik bangsa sangat antusias.
Menyimak kejadian politik 1 Nopember 2001 di gedung rakyat senayan saat terjadinya kericuhan sebagian anggota parlemen
dari utusan daerah terlibat baku dorong dengan salah satu fraksi di MPR, merupakan persoalan wajar dan jangan sampai terulang
kembali. Barangkali inilah yang tepat kita katakan bagi mereka yang sedang bersidang tahunan.
Tentu saja demokrasi yang sesungguhnya tak akan kita capai manakala, masing masing diri anggota parlemen, termasuk masyarakatnya,
saling mengoreksi diri keurangan dan kelemahannya. Kita mafhum tak ada yang namanya manusia di dunia ini yang sempurna, kecuali
para nabi dan rasul. Jadi kalau ada kesalahan dan penyimpangan sedikit kita semua patut berbesar hati dan jangan pesimis terhadap
kinerja dan sikap aspiratif yang telah dibebankan pada mereka anggota parlemen yang terhormat.
Masyarakat jangan berlebihan menggantungkan nasibnya pada yang namanya anggota majelis atau parlemen. Karena itu sifatnya
temporal. Boleh kita menitipkan aspirasi sebatas kewajaran dan kemampuan kita sebagai bangsa. Anggota Parlemenpun juga manusia
yang punya keterbatasan, akan tetapi secara politis dan nasib mereka memiliki kelebihan sebagai orang yang terpilih mewakili
rakyat hasil Pemilu.
Politik adalah sangat fleksibel dan lentur, Kekuatannya adalah terletak pada misi dan undang undang yang akan diperjuangkan
sebagai idealisme bangsa dan rakyat. Tentunya demi terwujudnya kemakmuran dan keadilan. Kita dalam hal ini haruslah saling
koreksi, bukan saling menyalahkan. Anggota majelis/parlemen atau masyarakat biasa sama sama manusia. Hanya catatan yang Kuasa
saja yang dapat menentukan krediblitas dan ketakwaan kita semua. Selamat melaksanakan ST MPR 2001, semoga sukses. (redaksi)
|
PIDATO POLITIK PERDANA, KH ZAINUDDIN MZ(Deklarator PPPR) Para Ulama, Habaib yang saya hormati, Rekan-rekan Pimpinan
Partai Partai Politik, Serta Yang Mulia Perwakilan Negara-negara Sahabat Rekan-rekan deklarator, Rekan Pers, Hadirin
dan Hadirat yang saya cintai Hari ini kita bertemu dan berkumpul bersama sama di tempat ini untuk menyaksikan acara
deklarasi PPP Reformasi yang setidaknya akan menjadi catatan sejarah dalam peta perkembangan politik di tanah air. Saya
masih dalam tahap adaptasi, penyesuaian diri. Biasanya saya datang, saya bicara, dan sekian banyak orang medengarkan. Namun
minggu-minggu ini saya harus menyesuaikan diri karena sekian banyak orang datang, sekian banyak orang bicara, dan saya harus
mendengarkan. Tidak mudah memang untuk menyesuaikan diri. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin coba menyesuaikan
diri kepada seluruh hadirin tentang realitas yang berkembang yang sudah kita maklumi secara bersama. Saya berkenalan
dengan politik praktis sekitar tahun 1971, artinya lebih dulu daripada saya menjadi juuuru dakwah. Pada saat itu saya turun
sebagai juru kampanye untuk partai NU pada Pemilu pertama yang dilaksanakan oleh Presiden Suharto yang diikuti oleh sebelas
partai politik. Para tahun 1974 terjadi fusi empat partai islam bergabung menjadi satu, maka saat itu lahirlah PPP(Partai
Persatuan Pembangunan), azas Islam dan berlambang Kabah. Maka pada Pemilu tahun 1977 dan 1982 saya berduet deng Bang Haji
Rhoma Irama, saya tetap melaksanakan kampanye pada saat saya tidak termasuk dalam jajaran pengurus, namun karena panggilan
nurani. Dan kitau periode tahun 1977 dan 1982 adalan jaman gila-gilanya Golkar. Sehingga jaman itu kalau kita berangkat kampanye,
pamitnya adalah pamit mati. Jaman itu kita tahu jaman Amir Machmud, Amir Murtono, dan Amir Amir lain. Pada tahun
1983/1984 diundangkan Azas tunggal Pancasila. Saat itu tidak boleh ada Partai atau ormas yang berazaskan Islam, dengan berat
hati PPP harus melepas azas Islamnya, bahkan harus menanggalkan lambang kabahnya. Karena kalau tidak, partai dan ormas tersebut
dipersilahkan bubar. Ketika itu saya kecewa berat. Apatah lagi artinya berjuang azasnya sudah tidak Islami, dan sejak 1985
saya konsentrasi penuh kepada dunia dakwah. Maka lahirlah prinsip tidak kemana mana tapi ada di mana mana. Itu politik
dakwah bukan dakwah politik.. Kenapa? Pada jaman itu tidak boleh ada bunga indah tumbuh di luar istana. Sehingga agar dakwah
saya berkelangsungan, saya harus kibarkan prinsip tadi. Begitulah saya seterusnya melaksanakan tiarap dari panggung perpoliitikan
sampai kemudian reformasi bergulir, adik adik mahasiswa turun ke jalan, terjadi pergeseran nilai dan perubahan peta politik
yang begitu drastis sampai pada saat kita melaksanakan Pemilu 1999. Hasil akhir Pemi1u 1999 membuat saya tercengang,
pertanyaan yang paling menggoda hati saya adalah mengapa partai Islam tidak diminati oleh orang Islam, mengapaia hanya mengantongi
aset 11% dari jumlah total Pemilu? Tingkat berpolitikkah yang masih rendah atau partai partai Islam sendiri yang tidak mampu
menyesuaikan diri, atau tidak mampu memberikan respon terhadap perkembangan yang terjadi dan tidak punya nuansa kedepan sehingga
kurang laku ditengat tengah masyarakat? (bersambung) Berita seputar OTODA menuntut konsistensi Pemerintahan
Pusat untuk melakukan aksi nyata dalam mewujudkan daerah yang benar benar otonom. Fosad kecam Tindakan Berutal
Kepolisian FORUM STUDY AKSI DEMOKRASI(FOSAD) mengecam keras tindakan kepolosian yang membubarkan aksi massa
dengan tidakan anarkhis yang terjadi didepan gedung DPR/MPR beberapa waktu yang lalu. Tindakan kepolisian itu
sangat arogan dan sewenang -wenang. Ketua umum FOSAD Faisal Reza Rahmat menyampaikan hal tersebut dihadapan
sejumlah wartawan dikantornya , dalam rangka memperingati Ulang tahun Fosad yang ke tiga. Faisal yang
dalam menyampaikan kecaman nya tersebut didampingi sekjennya,menurut faisal pihak kepolisian seharusnya bisa memahami
kerahan ummat Islam akibat tindakan sewenang-wenang dari Amerika Serikat di Afganistan dan juga negara-negara
Islam lainnya.Amerika adalah Teroris Dunia, tambah faisal, tapi apa yang dilalukan polisi kita, mereka menganiaya
sejumlah demonstran dan merampas peralatan wartawan dan merusak kendaraan yang ada, ini tindakan anarkhis, faisal
menambahkan. Kepolisian tampaknya sangat arogan setelah memisahkan diri dari TNI. Ketua umum Fosad ini juga
menyayangkan sikap Hendropryono yang menyatakan bahwa tindakan kepolisian sudah prosedural, sikap yang sama
juga diucapkan oleh Kapolri S.Bimantoro, seharusnya Kapolri menyelidiki dulu sebelum bicara.(Zhohiri)
|
 |
 |
Kenapa TransportasiNews harus ada? Di daerah perkotaan atau metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogjakarta,
Makassar dan Medan, kondisi lalu lintas jalan rayanya tak sepenuhnya lempeng apalagi teratur. Kepadatan lalu lintas kota sepadat
dengan penduduknya yang berjubel dalam skala status sosial ekonomi yang berbeda beda. Khususnya bila kita lihat dan alami
sendiri di kota Jakarta sebagai pusat ibu kota negara dan kota segala-galanya, industri, pendidikan, rekreasi, bisnis, politik,
serta pusat perputaran uang dan mobilitas manusia yang datang dari segenap penjuru.(Chief editor)
|
 |
 |
|